Penggunaan Dana BOS SMA Negeri 1 Tanah Jawa Dipertanyakan, Fasilitas Sekolah Rusak dan Tak Terawat
NAULINEWS.COM, SIMALUNGUN - Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 1 Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, dipertanyakan wali murid dan pengamat pendidikan. Kondisi fisik sekolah dinilai memprihatinkan dan terkesan tidak terawat meski pemerintah mengucurkan Dana BOS ratusan juta rupiah.
Pantauan wartawan di lapangan, Selasa (03/11/2026), menemukan sejumlah kerusakan. Plafon di beberapa ruang kelas bolong-bolong, kaca dinding retak-pecah, cat dinding kusam dan mengelupas, serta kamar mandi siswa jorok dan terkesan tidak terawat.
"Lihatlah sekolah kami itu, bangunannya sangat gagah, tetapi terkesan tidak dirawat. Plafon bolong-bolong, kaca retak-pecah, cat kusam, kamar mandi jorok," ujar seorang wali murid yang meminta namanya tidak disebutkan.
Pengamat pendidikan di Kecamatan Tanah Jawa mempertanyakan fungsi pengawasan. "Apakah kondisi sekolah seperti itu tidak diperhatikan kepala sekolah atau pengawas dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara tidak bekerja atau tidak pernah turun ke bawah," ujarnya.
Warga meminta Korwas Kabupaten, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut dan Bupati Simalungun melakukan pembinaan kepada Kepala Sekolah agar lebih cermat memanfaatkan Dana BOS sesuai skala prioritas.
Pada saat awak media NAULI NEWS berada di lokasi, kondisi pekarangan yang kurang perawatan, plafon yang bolong serta WC yang jorok dinilai sangat tidak nyaman bagi siswa dalam menuntut ilmu.
"Kenyataan ini sangat pahit bagi kami. Kami berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Bupati Simalungun dan Korwas memperhatikan keadaan sekolah ini agar segera diperbaiki demi kenyamanan generasi masa depan bangsa," pungkas wali murid tersebut.
Berita ini mendapat tanggapan dari Lembaga Anak Generasi Indonesia atau AGENSI. Pihaknya berencana menyurati Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kadis Pendidikan, Korwas dan instansi terkait agar memeriksa penggunaan Dana BOS.
"Kita akan menyurati Kajatisu, Kadis Pendidikan, Korwas dan instansi terkait tentang penggunaan Dana BOS di sekolah SMA Negeri 1 Tanah Jawa agar tidak segan-segan memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah dan Bendahara, karena menurut pantauan kami pemeliharaannya menjadi pertanyaan, padahal pemerintah telah menggelontorkan dana sekitar Rp1,5 juta sampai Rp1,6 juta per siswa," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanah Jawa saat dikonfirmasi sebelum berita ini naik ke meja redaksi belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tersebut. (R. Girsang)
Komentar
Posting Komentar