Dana BOS SMK Negeri 1 Raya Diduga Menguap, Sekolah Gagah Tapi Jorok, Plafon Bolong, Kaca Pecah, WC Bau Busuk
Dana BOS SMK Negeri 1 Raya Diduga Menguap, Sekolah Gagah Tapi Jorok, Plafon Bolong, Kaca Pecah, WC Bau Busuk
NAULINEWS.COM, SIMALUNGUN - Ironis! Sekolah kejuruan kebanggaan Kecamatan Raya, SMK Negeri 1 Raya, Kabupaten Simalungun, gagah dari luar tapi bobrok dan jorok di dalam. Plafon bolong-bolong menganga, kaca dinding retak-pecah siap runtuh timpa siswa, cat kusam mengelupas, rumput pekarangan setinggi lutut jadi sarang ular, hingga kamar mandi bau busuk dan jorok tak terawat.
Padahal, negara telah menggelontorkan Dana BOS ratusan juta rupiah, Rp1,5 juta hingga Rp1,6 juta per siswa setiap tahun ke sekolah tersebut. Lalu kemana uang itu? Itu yang kini jadi tanda tanya besar wali murid dan pengamat pendidikan.
"Lihatlah sekolah kami itu, bangunannya sangat gagah, tapi tidak dirawat sama sekali! Plafon bolong, kaca pecah, cat kusam, rumput semak, WC jorok. Ini sekolah atau kandang?" ketus seorang wali murid dengan nada geram, Senin (02/11/2026).
Pengamat pendidikan di Kecamatan Raya bahkan menuding Kepala Sekolah tutup mata dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara tidur nyenyak.
"Apakah Kepala Sekolahnya buta? Apakah Pengawas, Korwas, Kadis Pendidikan Sumut tidak pernah turun? Atau pura-pura tidak tahu? Ini pembiaran! Anak-anak belajar dalam kondisi tidak layak dan tidak nyaman. Ini kejahatan terhadap dunia pendidikan!" tegasnya.
Pantauan langsung Awak Media NAULI NEWS di lokasi membuktikan keluhan warga bukan isapan jempol. Kondisinya memang sangat memprihatinkan. Kaca jendela yang retak dibiarkan menggantung membahayakan keselamatan siswa. Toilet siswa kotor, berlumut, dan bau menyengat. Pekarangan sekolah seperti hutan belukar.
Warga mendesak Bupati Simalungun, Kadis Pendidikan Sumut, dan Korwas Kabupaten untuk tidak hanya duduk manis di kantor ber-AC, tapi segera turun dan melakukan pembinaan bahkan pemeriksaan keras terhadap Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Raya.
Lembaga Fokus Mitra Indonesia pun tak tinggal diam. Mereka akan segera melayangkan surat resmi ke *Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).*
"Kami akan surati Kajatisu, Kadis Pendidikan dan Korwas. Panggil dan periksa Kepala Sekolah dan Bendahara BOS SMK Negeri 1 Raya! Pemeliharaannya nol, padahal dana BOS ratusan juta. Ada apa? Ini harus diaudit total!" geram perwakilan lembaga tersebut.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, jawaban Kepala SMK Negeri 1 Raya justru terkesan klise dan melempar tanggung jawab.
"Berkaitan dengan plafon, kamar mandi, kaca, sudah kita ajukan untuk mendapat revitalisasi," kilahnya singkat, tanpa menjelaskan kemana larinya Dana BOS untuk pemeliharaan rutin selama ini.
Publik kini menunggu, apakah revitalisasi itu hanya menjadi alasan klasik untuk menutupi bobroknya pengelolaan Dana BOS?. ( R. Girsang)
Komentar
Posting Komentar