Perkuat Tata Kelola, INALUM Gelar FGD Pencegahan Korupsi Melalui Business Judgment Rule
NAULINEWS.COM, BATU BARA - PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebagai bagian dari Danantara Indonesia dan Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID terus memperkuat fondasi tata kelola perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pencegahan Tindak Pidana Korupsi melalui Penerapan Business Judgment Rule", seperti terlihat dalam unggahan INALUM Update di Instagram @inalum, 15 menit yang lalu.
FGD ini menjadi langkah strategis untuk memberikan pemahaman kepada jajaran manajemen tentang pentingnya prinsip _Business Judgment Rule_ dalam pengambilan keputusan bisnis. Prinsip ini memberikan perlindungan hukum bagi direksi dan manajemen selama keputusan diambil dengan itikad baik, kehati-hatian, rasional, dan sesuai prosedur serta prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Dalam kegiatan tersebut, INALUM menghadirkan narasumber dari aparat penegak hukum dan praktisi hukum. Tampak hadir di lokasi FGD yang digelar di area lobi hotel tersebut, dengan latar batik dan suasana formal, jajaran manajemen INALUM berdiskusi intensif terkait mitigasi risiko hukum dalam kebijakan bisnis.
Penerapan _Business Judgment Rule_ dinilai sangat krusial bagi INALUM yang tengah agresif menjalankan agenda hilirisasi aluminium nasional, mulai dari penguatan smelter di Kuala Tanjung, Batubara hingga proyek strategis Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah yang bernilai investasi triliunan rupiah.
Melalui FGD ini, INALUM menegaskan bahwa setiap terobosan bisnis harus dilandasi prinsip _prudent_ dan akuntabel, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan secara cepat dan berani tanpa kekhawatiran kriminalisasi, namun tetap berada dalam koridor hukum yang bersih dan transparan.
Langkah ini menjadi fondasi penting bagi INALUM untuk tidak hanya membangun fondasi kuat hilirisasi industri aluminium, tetapi juga fondasi kuat integritas untuk menarik kepercayaan investor dan mewujudkan industri aluminium nasional yang berkelanjutan. (PS)
Komentar
Posting Komentar