Naulinews.com, Tolitoli,— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dalam rangka membahas program pembinaan lanjutan bagi Warga Binaan. Kegiatan berlangsung pada Rabu (19/8) pukul 14.00 WITA hingga selesai, bertempat di Ruang Aula Lapas Kelas IIB Tolitoli.
Sidang TPP dihadiri oleh Ketua TPP, anggota TPP, serta Wali Pemasyarakatan. Dalam sidang tersebut, dibahas sebanyak 20 orang Warga Binaan yang akan mengikuti program pembinaan melalui penugasan kerja, baik di dalam maupun di luar tembok Lapas sesuai dengan ketentuan dan hasil penilaian pembinaan.
Adapun bidang penugasan yang dibahas meliputi kurvey, anggota dapur, Bimbingan Kerja (Bimker), barbershop, serta kantin (Pop Ice). Penugasan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Tolitoli dalam memberikan pembinaan kemandirian sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja yang dapat bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidana.
Proses sidang dilaksanakan secara cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain data kepribadian, perilaku, rekam jejak kepatuhan terhadap tata tertib, serta perkembangan pembinaan masing-masing Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansyur Yunus Gafur, menyampaikan bahwa program pembinaan melalui penugasan kerja merupakan salah satu bentuk pemberian kesempatan kepada Warga Binaan untuk meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.
“Setiap warga binaan yang diberikan kesempatan mengikuti program kerja harus mampu menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, serta menaati seluruh ketentuan yang berlaku. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.
(DRPS)
Komentar
Posting Komentar