Megah di Luar, Rusak di Dalam.Penggunaan Dana BOS SMA N 1 Dolok Pardamean Ratusan Juta Disorot
NAULINEWS.COM, SIMALUNGUN - Pemerintah mengucurkan dana ratusan juta untuk SMA Negeri 1 Dolok Pardamean namun fisik bangunan sekolah dibiarkan lapuk. Dari luar tampak gagah, di dalam miris.
Sesuai Permen dikdasmen No. 8 Tahun 2026, Dana BOS wajib dikelola akuntabel dan tepat sasaran untuk layanan pendidikan bermutu.
Itulah potret SMA Negeri 1 Dolok Pardamean saat ini. Padahal dana BOS yang dikucurkan pemerintah mencapai ratusan juta, sekitar Rp1,5 juta - Rp1,6 juta per siswa setiap tahun.
Faktanya di lapangan: plafon bolong-bolong, kaca pecah, cat kusam, sampah di mana -mana. "Ini sekolah atau gudang?"
Pantauan media ini, Selasa 14/7/2026 di lokasi tampak plafon bolong-bolong, kaca jendela retak dan sebagian nyaris jatuh, cat dinding kusam, sampah berserakan di halaman. Bangunan dari luar terlihat gagah. Dari dalam, seperti rumah kosong. Kesal nya
Salah satu Wali murid dan pengamat pendidikan di Dolok Pardamean menuding lemahnya pengawasan. "Apakah Kepala Sekolah tidak lihat? Apakah Korwas dan Kadisdik Sumut tidak pernah turun? Atau pura - pura tidak tahu," sindir pengamat pendidikan.
Sambung nya, Kondisi ini bukan kali pertama disorot. Sebelumnya sekolah yang sama juga pernah diterpa isu dugaan pungutan liar meski sudah menerima BOS ratusan juta. Regulasi jelas: Dana BOS untuk operasional, buku, alat tulis, dan pemeliharaan. Bukan untuk dibiarkan rusak.
"Megah tapi tidak dirawat. Ini bisa mencelakai anak-anak kami," kata seorang wali murid yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) menyampaikan, tidak main - main. Mereka akan menyurati Kajati Sumut, Kadisdik Sumut, dan Korwas Kabupaten.
"Kami minta Kepala Sekolah dan Bendahara diperiksa. Jangan segan-segan. Ini uang negara, uang rakyat. Kalau pemeliharaan saja tidak becus, patut diduga ada penyimpangan," tegas perwakilan KCBI.
Dalam hal ini, Bupati Simalungun dan Dinas Pendidikan Sumut didesak segera turun. Jangan tunggu sampai ada siswa yang jadi korban baru sibuk inspeksi.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMA N 1 Dolok Pardamean tidak bisa dihubungi. Wakil Kepala Sekolah juga bungkam. (R. Girsang)
Komentar
Posting Komentar